Dauntanaman tomat transgenik yang resisten terhadap serangga Lepidoptera setelah 10 tahun ternyata mempunyai akar yang dapat mematikan mikroorganisme dan organisme tanah, misalnya cacing tanah. Tanaman tomat transgenik ini dikatakan telah mengalami pergeseran gen karena semula hanya mematikan Lepidoptera tetapi kemudian dapat juga mematikan
Tembakauadalah salah satu tanaman perkebunan/ industri berupa semak setahun yang berasal dari Amerika Selatan, pada tahun 1492 Columbus mengunjungi suku Indian Arawaks yang memberinya daun-daun kering berharga mahal. Pada tahun 1545, daun kering ini juga ditemukan di suku Indian Iroquois di Canada. Tahun 1558 Andre Thevet mengumumkan bahwa daun kering tersebut berasal dari tembakau.
23. Ketinggian Tempat. Ketinggian tempat yang cocok bagi budidaya tanaman ini dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu: a. Anggrek panas (ketinggian 0-650 m dpl) Anggrek panas memerlukan suhu udara 26-30 derajat C pada siang hari, 21 derajat C pada malam hari, dengan daerah ketinggian 0-650 meter dpl. Contoh jenis anggrek ini adalah: 1.
Gejala kerusakan yang ditimbulkan seperti akibat semut; tapi tidak menyerang tunas daun. Pengendalian: perendaman dapat mengusir kutu babi dari pot anggrek. 6) Keong. Gejala: menyerang lembaran daun anggrek. Pengendalian: dalam jumlah sedikit cukup diambil/dibunuh; bila jumlah banyak perlu memakai insektisida/dijebak dengan bubuk prusi. 7) Red
Untukmemastikan tanaman jeruk sehat, maka harus menggunakan bibit yang sehat dan bersertifikat. Hal ini karena akan berpengaruh terhadap ketahanan hama dan penyakit serta produktivitas. Hama tanaman jeruk banyak disebabkan oleh jenis kutu-kutuan. Berikut beberapa jenis hama kutu yang sering menyerang tanaman jeruk dan cara mengendalikannya.
Penyemprotanbagi tanaman anggrek terserang hama perlu dilakukan berulang-ulang 3 kali dengan jangka waktu tertentu (untuk kutu) daun seminggu sekali.Adapun jenis insektisida dan dosis yang digunakan untuk hama antara lain: menyerang lembaran daun anggrek. Pengendalian: dalam jumlah sedikit cukup diambil/dibunuh; bila jumlah banyak perlu
. JAKARTA, - Phalaenopsis atau anggrek bulan dan jenis anggrek lainnya merespons dengan cepat jika ada yang tidak beres di lingkungan mereka. Bintik hitam adalah salah satu tanda masalah. Dilansir dari The Spruce, Rabu 31/3/2021, langkah pertama dalam menangani bintik hitam pada daun anggrek adalah mendiagnosis masalahnya. Beberapa anggrek memiliki daun berbintik-bintik alami, jadi warnanya mungkin bercak daun juga bisa menandakan penyakit bakteri atau jamur. Gangguan jamur dan menyebabkan bercak daun, terutama jika tanaman dibiarkan terkena kelembaban pada malam yang dingin akan menjadi sebuah masalah yang serius jika dibiarkan. Baca juga Anggrek Layu? Periksa Kesalahan dalam Penyiramannya Ini Bahkan, penyakit ini mudah menular dan akan menyebar dari satu tanaman ke tanaman lainnya melalui percikan air. 1. Busuk hitam Bahaya bagi anggrek setiap kali cuaca hujan atau lembab untuk waktu yang lama, busuk hitam dapat dengan cepat menghancurkan seluruh tanaman jika dibiarkan. Disebabkan oleh salah satu atau kedua jamur Pythium ultimum dan Phytophthora cactorum, busuk hitam mempengaruhi berbagai jenis anggrek. 2. Infeksi jamur Jamur penyebab busuk hitam pada anggrek terdiri dari spora yang mampu bergerak sendiri-sendiri, disebut zoospora, yang berenang melalui air. Baca juga Cara Merawat Tanaman Anggrek di Dalam Ruangan Jika air itu kebetulan berada di atas daun anggrek, zoospora dapat menembus jaringan tanaman dan memulai tahap berikutnya dalam siklus hidupnya. Setelah ini terjadi, tanda-tanda infeksi yang terlihat, seperti bintik kecil, berair, dan tembus cahaya, serta dapat mengembang dengan cepat dan berubah menjadi coklat lalu hitam. Jika tidak dirawat, tanaman atau tanaman yang terkena dapat menginfeksi orang lain dan mungkin akan mati. Gejala Sesuai dengan namanya, busuk hitam muncul sebagai bintik hitam kehitaman atau lesi pada bagian tanaman yang terserang. Bintik hitam tersebut membesar dengan cepat dan dapat menyebar ke seluruh tanaman. Jika dibiarkan mencapai mahkota anggrek monopodial bertangkai tunggal, busuk akan mematikan tanaman. Daun anggrek yang terkena dapat menguning di sekitar area yang terinfeksi, dan lesi itu sendiri akan lunak dan mengeluarkan air saat ditekan. SHUTTERSTOCK/SVF74 Ilustrasi bunga anggrek. Pencegahan Pot, media, atau sumber air yang tidak steril, serta air yang disiram dari tanaman di dekatnya, semuanya merupakan cara yang sangat baik untuk menyebarkan jamur. Jika anggrek Anda berada di luar, pertahankan 90 cm hingga 120 cm di atas tanah untuk menghindari kontaminasi percikan. Baik di luar maupun di dalam, jangan biarkan daun anggrek Anda tetap basah untuk waktu yang lama. Sirkulasi udara yang baik di area tumbuh adalah kuncinya. Pada tanda-tanda pertama infeksi, pisahkan semua tanaman yang terkena untuk menghindari kontaminasi tanaman yang sehat. Baca juga 4 Penyakit yang Umum Menyerang Anggrek, Apa Saja? SHUTTERSTOCK/POJVISTAIMAGE Ilustrasi bunga anggrek. Potong akar Untuk menghentikan penyebaran busuk hitam pada anggrek Anda, mulailah potong bagian tanaman yang sakit. Buang bagian daun yang terinfeksi, atau seluruh daun jika perlu, untuk menghentikan penyebaran jamur. Tempatkan tanaman di area yang mendapat sirkulasi udara yang baik agar potongan mengering. Gunakan fungisida Setelah bagian tanaman yang terinfeksi dihilangkan, fungisida harus diterapkan untuk melindungi jaringan sehat yang tersisa. Kayu manis adalah fungisida yang sangat baik, dan kayu manis giling dapat diaplikasikan langsung dari stoples rempah-rempah langsung ke area terbuka di bagian tanaman yang terinfeksi telah dipotong. Membasahi tanaman yang terkena dengan fungisida juga merupakan pilihan lainnya untuk mengatasi penyakit ini. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Menurut BAPPENAS 2008 hama pada tanaman anggrek dan pengendaliannya, antara lain sebagai berikut Tungau Atau Kutu Perisai Gejalanya tungau atau kutu perisai menempel pada pelepah daun yang berarna kemerahan jumlahnya banyak dan bekas serangan berupa bercak hitam merusak daun. Pengendalian dari hama tungau atau kutu perisai ini adalah dengan menggosok dengan kapas dan air sabun. Apabila serangan sudah parah maka harus disemprot oleh insektisida dengan dosis 2 cc/liter. Semut Gejalanya semut merusak akar dan tunas muda yang disebabkan oleh cendawan. Pengendalian dari hama semut ini adalah dengan merendam pot kedalam air dan lingkungan harus bersih di sekitar rak, bisa juga dengan cara pot digantung. Belalang Gejalanya pinggiran daun rusak dengan luka bergerigi tak beraturan. Untuk jenis belalang berukuran kecil maka perlu pengamatan dengan cermat. Pengendaliannya dengan cara segera menyemprotkan insektisida yang bersifat racun kontak atau yang sistematik, jika jumlahnya sedkit bisa langsung dimusnahkan atau dibunuh saja. Trips Gejalanya trips menempel pada buku-buku batang dan daun muda yang menimbulkan bercak abu-abu dipermukaan daun dan merusak bunga yang mengakibatkan bentuk bunga tidak menarik. Pengendalian dari hama trips ini adalah dengan cara menyemprot pot anggrek dengan cairan insektisida secara teratur dan periodic. Kutu Babi Gejalanya kerusakan yang ditimbulkan seperti akibat dari semut tetpai tidak menyerang tuns daun. Pengendalian dari hama kutu babi ini dengan cara merendam pot anggrek yang dapat mengusir kutu babi. Keong Gejalanya keong menyerang lembaran daun anggrek. Pengendalian dari hama keong ini jika dalam jumlah sedikit cukup diambil dan dibunuh, sedangkan jika jumlahnya besar maka perlu memakai insektisida atau dijebak dengan bubuk prusi. Red Spinder Gejalanya ada bercak putih di bagian bawah daun dan permukaan atas menjadi kuning dan lama kelamaan daun mati. Pengendalian dari hama red spinder ini jika jumlahnya banyak maka perlu menggunakan insektisida dengan bahan aktif diazinon dan dicofol sedangkan jika jumlahnya hanya sedikit cukup diambil dengan menggunakan isolatip lalu dibakar atau menggosok daun dengan alkhohol. Kumbang Gejalanya yang terserang akan berlubang-lubang khusu kumbang penggerek batang kerusakannya berupa lubang di tengah batang dan tidak nampak dari luar, larvanya yang menetas dari telur merusak daun anggrek. Pengendalian dari hama kumbang ini dengan menyemprotkan tanaman yang diserang dengan menggunakan insektisida sistemik secara rutin kemudian membersihkan pot dari kepompong dan telur dengan jalan memindahkannya ke pot baru dan media tanam yang baru pula. Ulat Daun Gejalanya ulat daun menyerang daun, kuncup bunga tunas daun maupun bunga yang sedang mekar. Pengendalian dari hama ulat daun ini dengan cara jika jumlahnya banyak dapat menggunakan insektisida sistemik, tanaman yang diserang sebaiknya dipisahkan dengan tanaman yang masih sehat, sedangkan jika jumlahnya sedikit dapat dibunuh dengan tangan. Kepik Gejalanya kepik menghisap cairan daun tanaman anggrek sehingga menyebabkan bitnik putih atau kuning dan tanaman anggrek yang diserang lama kelamaan akan gundul dan daunnya tidak hijau lagi. Pengendalian dari hama kepik ini dengan menyemrotkan insektisida yang sam seperti untuk membasmi serangga lainnya seperti ulat, kumbang dan trips. Kutu Tudung Gejalanya daun menjadi kuning, tidak sehat kemudian berwarna coklat dan mati. Pengendalian dari hama kutu tudung ini dengan cara membasminya. Itulah informasi dari kami tentang hama yang menyerang anggrek. Terimakasih kepada para pembaca. Semoga mendapatkan sedikit pengetahuan dan wawasan dari kami. Apakah Anda salah satu pecinta tanaman Anggrek? dan masih bingung dimana belinya? Disini kami menyediakan berbagai jenis bibit tanaman Anggrek unggulan untuk hiasan rumah atau taman Anda. Untuk pemesanan silahkan kunjungi pemesanan media tanam pakis silahkan kunjungi
AAORCHID — Salah satu hama pada tanaman anggrek yang terkadang tidak disadari kehadirannya adalah tungau anggrek atau spider mites. Tidak disadari karena dari segi ukuran tungau atau spider mites ini sangat kecil. Tungau atau kutu pada tanaman anggrek ini hanya berukuran sekitar mm sehingga sulit dikenali orang awam. Selain itu spider mite atau tungau anggrek ini banyak hidup di bagian bawah daun anggrek yang tidak terlihat. Spider mite banyak menyerang anggrek jenis Dendrobium dan Phalaenopsis. Serangan Spider Mite baru disadari setelah daun mengalami kerusakan cukup parah. Gejala Serangan Tungau Pada Anggrek Anggrek Terkena Spider Mite Untuk mengenali kesehatan anggrek anda dari serangan tungau bisa dilihat permukaan daun bagian bawah. Spider mite ini akan meninggalkan bekas gigitan berwarna perak pada bagian permukaan daun tersebut. Jika spider mite masih ada di permukaan daun anggrek akan terlihat hewan berwarna merah dengan ukuran sangat kecil. Gejala daun yang terserang tungau bagian bawah daun nampak berwarna perak kadang ada bintik kuning kemudian menjadi coklat. Selanjutnya bagian pinggir daun mengering dan akhirnya gugur. Pada anggrek Phalaenopsis, permukaan daun bagian bawah tampak berlekuk-lekuk dan berwarna keperakan. Spider mite atau kutu anggrek ini mampu berkembang dengan cepat jika tidak segera diatasi. Kutu ini akan hidup dengan baik jika kondisi panas ,kelembaban rendah dan berdebu. Karena itu serangan tungau banyak dijumpai pada musim kemarau. Siklus hidup dari spider mite ini cukup cepat, spider mite betina bertelur dan kemudian menjadi nimfa berkembang menjadi spider mite dewasa dalam waktu kurang lebih seminggu dengan kondisi lingkungan yang hangat dan panas. Selanjutnya setelah koloni dari spider mite membesar, mulai muncul sayap dan berpindah ke daun lain membentuk koloni baru. Cara Mengendalikan Tungau Pada Tanaman Anggrek Untuk mengendalikan serangan tungau pada anggrek ada beberapa langkah. Cara sederhana ataupun dengan memberikan Akarisida. Berikut ini langkah-langkah mengendalikan tungau pada tanaman anggrek 1. Menyemprotkan Air dengan tekanan Tinggi Pada dasarnya tungau tidak dapat berpindah sendiri antara tanaman yang satu dengan yang lain, tetapi bisa terbawa angin sehingga menular ke tanaman lain. Menyemprotkan air dengan tekanan tinggi bisa menghilangkan tungau dari tanaman anggrek. Penyemprotan dengan tekanan tinggi dilakukan pada bagian bawah daun. Diupayakan bagian bawah daun mudah terkena semprotan sehingga tungau bisa hilang saat disemprot. Cara menyemprotkan air ini merupakan cara paling aman dan murah. Efek lebih lanjut Anggrek Terkena Spider Mite, Bercak Coklat, Menguning dan Rontok Dengan rutin menyemprot air pada tanaman anggrek kelembaban juga meningkat sehingga menjadi lingkungan yang tidak nyaman untuk tungau. Namun kelembaban yang terlalu tinggi juga bisa memicu muncul penyakit baru yang berasal dari jamur dan bakteri. Hal ini yang perlu diwaspadai. Lakukan secara rutin penyemprotan ini dengan mempertimbangkan kelembaban hingga tidak ada telur spider mite yang tersisa. Lakukan pula pemantauan secara rutin. 2. Pengendalian Tungau dengan Obat Akarisida Tungau pada tanaman anggrek dapat dikendalikan dengan menyemprotkan pestisida kimia sintetis, yang disebut dengan akarisida. Jenis pestisida yang hanya berfungsi sebagai akarisida jumlahnya terbatas. Pestisida umumnya berfungsi tidak spesifik, yaitu sebagai akarisida dan insektisida. Kedua jenis formulasi pestisida tersebut ada kelebihan dan kekurangannya. Cara mengendalikan tungau yang telah menyerang tanaman anggrek adalah dengan memberikan akarisida yang sifatnya sistematik. Contoh akarisia yang sifatnya sistematik seperti Omite, Curacron, dan Kelthane. Bisa digunakan tujuh hari sekali atau dengan melihat dosis pada kemasan. Contoh lain obat kimia untuk memberantas tungau anggrek adalah Samite 135. Pemberian akarisida yang berlebihan bisa membunuh serangga lain yang merupakan predator tungau anggrek. Pemberian yg terlalu sering dapat menyebabkan imun, sehingga harus ganti merk lain dgn formulasi berbeda. Pemakaian akarisida dosis 2ml per liter diaplikasikan setiap 5 hari selama 3 sampai dengan 6 kali. 3. Daun Dilap dengan Sabun/ Alkohol Jika serangan kutu anggrek belum banyak bisa dilakukan dengan lap menggunakan air dicampur sedikit sabun cair dan sedikit minyak. Ada penghobi anggrek yang melakukan lap dengan alkohol. Yang dilap adalah bagian bawah permukaan daun. Jika tanaman anggrek yang terserang spider mite ini tidak banyak bisa dilakukan pengelapan dengan kain basah bagian yang terkena serangan setiap pagi paling tidak selama seminggu . Bisa juga air dicampur sabun cuci piring dan minyak goreng. 4. Jauhkan Tanaman Yang Terserang Kutu Jika ada tanaman anggrek yang terpantau terserang kutu, sebaiknya dijauhkan dari anggrek yang lain agar tidak terjadi perpindahan spider mite antar tanaman. Jika kerusakan daun sudah parah, buang daun tersebut dan lebih baik lagi jika dibakar. 5. Dengan Menggunakan Predator Spider Mite Spider Mite memiliki beberapa predator alami yang mampu mengurangi populasi tungau menjadi minimum, bahkan bisa menghilangkannya secara menyeluruh. Selain itu, Anda tidak perlu khawatir dengan serangan tungau pada tanaman. Ada beberapa predator spider mite ini bisa didapatkan di toko pertanian atau peralatan berkebun. 6. Membuat Cairan Semprot Sabun + Minyak Goreng + Bawang Putih Cairan semprot dari sabun yang lembut yang dicampur dengan minyak goreng dan larutan blender bawang putih diyakini bisa mengusir serangan spider mite ini. Cairan sabun merupakan bahan yang umum dipakai membunuh tungau, untuk anggrek perlu dites sabun yang tidak membakar daun misalnya sabun bayi, atau sabun cuci piring dengan dosis rendah. Minyak goreng dipercaya membuat kutu mati lemas dan memudahkan cairan menempel. Bawang putih merupakan bahan yang memiliki khasiat mencegah jamur dan infeksi lanjutan akibat luka gigitan spider mite pada daun. 7. Langkah Pencegahan Tungau Anggrek Mencegah lebih baik dari mengobati barangkali ini memang ungkapan yang tepat untuk mengatasi tungau anggrek . Pertama kali pastikan tanaman yang baru masuk bebas dari kutu spider mite ini. Lingkungan yang bersih juga akan mengurangi serangan penyakit tungau anggrek, bersihkan daun-daun tua dan buang di tempat yang jauh. Kecukupan kelembaban,cahaya, suhu lingkungan juga patut diperhatikan. Selain itu kita harus rajin melakukan inspeksi terhadap tanaman anggrek, jika ada tanda-tanda serangan diambil tindakan secepat mungkin sebelum efeknya lebih parah. Post Views 19,114
ilustrasi Cara Merawat Anggrek sebagai Tanaman Hias di Rumah. Foto merupakan salah satu tanaman yang indah dan eksotis. Untuk menjaga keindahannya, penting untuk memperhatikan cara merawat anggrek sebagai tanaman hias di rumah yang dari situs anggrek merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan jenis tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah sendiri adalah tanaman hias yang sangat dihargai karena keindahan bunganya yang mengesankan. Namun, agar anggrek terlihat cantik dan cepat berbunga, diperlukan perawatan yang Merawat Anggrek sebagai Tanaman Hias ilustrasi Cara Merawat Anggrek sebagai Tanaman Hias di Rumah. Foto beberapa cara merawat anggrek sebagai tanaman hias di rumah agar tampil Menyiram secara TeraturTanaman anggrek harus disiram dengan teratur agar anggrek yang ditanam di pot cepat diingat, anggrek menyukai iklim lembap yang hangat. Siramlah dengan air bersuhu ruangan, jangan siram dengan air yang bersuhu dingin atau air es karena merusak sistem akar maupun daun Pilih Media Tanam yang TepatAgar bunga anggrek tumbuh subur, pilihlah media tanam yang tepat. Pasalnya, anggrek tak bisa tumbuh di tanah pot biasa. Gunakan campuran media tanam yang dibuat khusus untuk anggrek. Misalnya lumut, gabus atau potongan batu bata dan kulit kayu agar akar tanaman anggrek bisa juga penting agar tanaman sering berbunga. Namun, kombinasikan media tanam, air dan pupuk untuk menciptakan lingkungan sedikit asam sehingga anggrek bisa Memiliki Sirkulasi Udara yang BaikAnggrek membutuhkan sirkulasi udara yang baik untuk tumbuh dengan baik. Tempatkan anggrek di tempat yang memiliki ventilasi yang cukup. Hindari menempatkan anggrek di dekat ventilasi udara yang langsung atau di tempat yang sangat udara yang baik membantu mencegah perkembangan jamur dan penyakit pada Menjaga Kebersihan dan Perlindungan AnggrekPastikan untuk menjaga kebersihan anggrek dengan membersihkan daun dan menghilangkan sisa-sisa bunga yang mati. Ini membantu mencegah perkembangan hama dan itu, perhatikan juga perlindungan dari hama dan penyakit. Inspeksi rutin untuk mengidentifikasi serangan hama atau tanda-tanda penyakit penting untuk menjaga kesehatan mengetahui cara merawat anggrek sebagai tanaman hias di rumah yang tepat, setiap orang dapat menghasilkan tanaman anggrek yang indah. Lisa
Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Anggrek – Hama dan Penyakit Tanaman merupakan dua masalah yang kerap menyerang tanaman, tak terkecuali juga pada tanaman anggrek. Hama dan penyakit pada tanaman anggrek biasanya disebabkan karena lingkungan sekitar tanaman yang tidak terjaga sehingga virus dan jamur menyebar ke tanaman anggrek. Hama dan penyakit pada tanaman anggrek merupakan salah satu hal yang paling ditakutkan, karena serangan hama dan penyakit menyebabkan tanaman anggrek menjadi sakit, seperti merusak daun, menghambat pertumbuhan dan membuat anggrek tidak indah lagi, bahkan beberapa kasus serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan kematian pada tanaman anggrek. Baca Juga Cara Budidaya Anggrek Ada banyak sekali jenis hama dan penyakit pada tanaman anggrek. Berikut ini beberapa jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman anggrek, antara lain 1. Semut Gejala Merusak akar dan tunas muda yang disebabkan oleh cendawan. Pengendalian Rendam pot dalam air dan ciptakan lingkungan bersih di sekitar rak/sebaiknya pot digantung. 2. Belalang Gejala Pinggiran daun rusak dengan luka bergerigi tak beraturan. Perlu pengamatan cermat pada jenis belalang berukuran kecil. Pengendalian Segera lakukan penyemprotkan insektisida yang bersifat racun kontak/yang sistematik Bila jumlahnya sedikit bisa langsung dimusnahkan/dibunuh. Baca Juga Cara Merawat Anggrek Dalam Pot Di Rumah 3. Tungau/kutu perisai Gejala Kutu menempel pada pelepah daun Kutu berwarna kemerahan dengan jumlah banyak Bekas serangan berupa bercak hitam dan merusak daun Pengendalian Gosok dengan kapas dan air sabun Jika serangan sudah parah, harus disemprot oleh insektisida dengan dosis 2 cc/liter. 4. Trips Gejala Kutu menempel pada buku-buku batang dan daun muda Menimbulkan bercak abu-abu dipermukaan daun Merusak bunga hingga bentuk bunga tidak menarik. Pengendalian Semprot insektisida secara periodik dan teratur pot anggrek 5. Keong Gejala Menyerang lembaran daun anggrek. Merusak daun. Pengendalian Pada jumlah sedikit cukup diambil/dibunuh; Pada jumlah banyak perlu disemprot menggunakan insektisida/dijebak dengan bubuk prusi. Baca Juga Cara Menanam Anggrek Dendrobium 6. Kumbang Gejala Menyebabkan lubang pada bagian yang terserang Akibat kumbang penggerek batang menyebabkan kerusakan di tengah batang yang tampak dari luar. Larva yang menetas dari telur merusak daun anggrek. Pengendalian Lakukan penyemprotkan tanaman yang diserang dengan menggunakan insektisida sistemik secara rutin Bersihkan pot dari kepompong dan telur kumbang dengan jalan memindahkannya ke pot baru dan media tanam yang baru. 7. Ulat daun Gejala Menyerang dan merusak daun, kuncup bunga, tunas daun dan bunga yang sedang mekar. Pengendalian Pada jumlah sedikit bisa dibunuh dengan tangan Pada jumlah banyak lakukan penyemprotan insektisida sistemik Sebaiknya pisahkan tanaman yang terserang ulat daun dengan tanaman anggrek yang sehat. 8. Kepik Gejala Kepik akan menghisap cairan daun tanaman anggrek Muncul bintik putih/kuning Tanaman yang diserang lama kelamaan akan gundul dan tidak berhijau daun lagi. Baca Juga Cara Menanam Anggrek Bulan Pengendalian Lakukan penyemprotan insektisida yang sama seperti untuk membasmi serangga lainnya, seperti ulat, kumbang dan trips. 9. Kutu tudung Gejala Daun menjadi kuning Tanaman menjadi tidak sehat Daun berwarna coklat dan mati Pengendalian Lakukan perawatan seperti halnya membasmi ulat kumbang dan trips. 10. Kutu babi Gejala Kerusakan yang ditimbulkan seperti akibat semut Tapi tidak menyerang tunas daun. Pengendalian Lakukan perendaman untuk mengusir kutu babi dari pot anggrek. 11. Red Spinder Gejala Menyebabkan bercak putih di bagian bawah daun Permukaan atas menjadi kuning dan lama kelamaan daun mati. Pengendalian Jika jumlahnya sedikit cukup diambil dengan menggunakan isolatip lalu dibakar/menggosok daun dengan alkoho Pada jumlah banyak maka perlu menggunakan insektisida dengan bahan aktif diazinon, dicofol. Baca Juga Cara Menanam Anggrek Dengan Sabut Kelapa Penyakit Tanaman Anggrek 1. Penyakit Rebah Kecambah Penyebab Penyebaran penyakit melalui air Gejala Pada awal penyerangan penyakit muncul bercak kecil bening pada permukaan daun, lalu melebar. Penyakit akan menular ke atas hingga titik tumbuh tunas serta pada bagian bawah hingga ujung akar. Kecambah anggrek akan membusuk dan mati Pengendalian Sebaiknya buang bibit yang sakit atau musnahkan dengan dibakar Pot dan kumpulkan kecambah dikeringkan dan semprot dengan fungisida. 2. Penyakit Buluk Penyebab Biasanya akibat kultur spora cendawan terbawa oleh biji anggrek karena tutup botol tidak steril. Gejala Biji anggrek tidak berkecambah Persemaian dalam botol akan gagal Kecambah akan mati atau layu jika terserang cendawan penyakit buluk Pengendalian Keluarkan media dari botol, lalu tutup botol kembali setelah dilakukan sterilisasi. Jika kecambah sudah terlanjur besarm segera keluarkan dari botol dan cuci dengan fungisida lalu tanam kecambah dalam pot. Baca Juga Cara Menanam Anggrek Hidroponik 3. Penyakit bercak coklat Penyebab Bakteri akan menginfeksi melalui daun basah atau di bekas luka pada daun. Sentuhan daun yang sakit pada daun sehat dapat menularkan penyakit ini. Gejala Menimbulkan bercak kecil bening pada pucuk daun. Dalam beberapa hari dapat meluas ke seluruh kompot, Daun kecambah anggrek menjadi rusak dan mati. Penyakit ini sangat ganas, karena mematikan dan cepat menular. Pengendalian Penyakit ini sangat sulit penyakit dikendalikan. Pada serangan yang parah, tidak ada jalan lain kecuali memusnahkan seluruh kecambah anggrek. 4. Penyakit busuk hitam Penyebab cendawan Phytopytora Omnivora. Gejala Pada pangkal daun muncul warna kehitaman Daun akan melunak dan busuk, akhirnya daun mati. Pengendalian Lakukan penyemprotan fungisida seperti Baycor Dithane M-45, Benlate, Ferban, Physan, Truban atau Banrot. Untuk yang berbentuk tepung gunakan dosis 2 gram/2 liter air. Baca Juga Jenis Hama Penyakit Pada Tanaman Alpukat 5. Penyakit bercak hitam Penyebab Penyakit bercak hitam menular melalui akar dan alat yang tidak steril Gejala Pada tanaman yang terserang, akan timbul warna coklat kehitaman Penyakit menyerang dari daun ke atas sampai ke tunas dan ke bawah hingga ujung akar. Penyakit bercak hitam menyebabkan tanaman kerdil, dan mengakibatkan kematian. Pengendalian Potong dan buang bagian yang terserang bakteri bercak hitam Lakukan penyemprotan fungisida Siram alkohol atau bakar pada alat-alat potong sebelum digunakan agar steril. 6. Penyakit Cymbidium Penyebab virus Mozaic Cymbidium. Gejala Muncul bercak kekuningan pada tanaman anggrek lalu muncul jaringan mati berbintik, bergaris atau lingkaran. Khusus pada Cattleya, bercak tadi berwarna coklat atau hitam cekung. Pada daun tua banyak sekali menunjukkan adanya bintik jaringan yang mati. Pengendalian Penyakit ini hanya bisa dilakukan pencegahan dengan membuang bagian tanaman yang sakit, serta mensterilkan segala alat yang dipakai. Baca Juga Hama Penyakit pada Tanaman Anggur 7. Penyakit busuk akar Penyebab cendawan Rhizoctonia Solani. Gejala Akar leher membusuk mencapai rhizoma dan umbi batang Daun dan umbi batang menguning, berkeriput, tipis dan bengkok Tanaman menjadi kerdil dan tidak sehat Pengendalian Potong dan buang bagian tanaman yang sakit, lalu bekas potongan di semprot dengan fungisida Benlate. 8. Penyakit bercak bercincin Penyebab virus TMVO Tobacco Mozaic Virus Odontoglos-sum. Gejala Pada permukaan daun akan timbul lingkaran atau garis-garis kekuningan. Pengendalian Penyakit ini hanya bisa dilakukan pencegahan dengan membuang bagian tanaman yang sakit, serta mensterilkan segala alat yang dipakai. Baca Juga Hama dan Penyakit Tanaman Durian 9. Penyakit layu Penyebab cendawan Fusarium Oxyporium. Gejala Gejala mirip pada penyakit busuk akar, namun pada rhizoma terdapat garis-garis, atau lingkaran berwarna ungu. Pada serangan berat menyebabkan seluruh rhizoma menjadi ungu, dengan pembusukan pada umbi batang dan tanaman tidak sehat. Pengendalian Buang bagian yang terserang penyaki, lalu semprot bekasnya dengan Benlate. Segera pindah ke media tanam baru Usahakan mendapat aliran udara yang lancar di sekitar tanaman. 10. Penyakit busuk lunak Penyebab bakteri Erwinia Cartovora. Gejala Daun dan akar membusuk serta berbau Penyakit cepat meluas, namun khusus pada rhizoma dan umbi batang, penyebarannya agak lambat. Pengendalian Sterillkan alat kebun Potong dan buang bagian yang terserang Lalu semprotkan Physan 20, pot tanaman disemprot dengan formalin 4 %. Baca Juga Cara Mengatasi Busuk Buah Pada Tanaman Cabe 11. Penyakit busuk Penyebab cendawan Sclerotium Rolfsi. Gejala Terdapat bintik kecil berwarna coklat pada bagian tanaman yang terkena penyakit. Pengendalian Potong dan buang bagian tanaman yang terserang penyakit. Semua media tanaman dan pot diberi desinfektan dengan larutan formalin 4 % ataupun fungisida/antibiotik Natrippene 0,5 % selama 1 jam. 12. Penyakit bercak coklat Gejala Muncul bercak coklat pada permukaan daun Lalu menyebar keseluruh bagian tanaman. Pengendalian Buang bagian daun yang terserang penyakit Lakukan penyemprotan fungisida/ antibiotika Streptomycin atau Physan 20. Baca Juga Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kentang Itulah beberapa tips Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Anggrek Paling Ampuh. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai sumber literasi bagi pembaca.
hama tanaman anggrek yang menyerang lembaran daun anggrek yaitu